Menyembuhkan Rasa Takut Menghadapi Legenda, Mitos dan Klenik


Nah temen-temen disini sengaja saya posting artikel tentang peran agama dalam mitos, kadang kadang setelah baca mitos-mitos yang aneh aneh, kita jadi agak gimana gituu , tapi gag papa, berikut hasil jelajah yang saya dapatkan, membuat saya agak jadi sadar lagi nihh.
Legenda, mitos, cerita supranatural, ramalan, kata orang “pinter”, cerita ghaib para dukun, sering masuk kedalam memori otak dan hati dan kemudian membuat sikap “takut kuwalat” pada orang-orang yang dalam alam bawah sadar masih mempercayai, meyakini atau pula ada “rasa ketakutan” kepadanya.

Nabi Ibrahim telah dituntun oleh Allah untuk dapat mengalahkan berbagai mitos dan keyakinan sesat di jamannya dengan suatu ungkapan firman Allah yang artinya

Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Aazar: “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai ilah-ilah. Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata”. (QS. 6:74)

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) dilangit dan dibumi, dan ( Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin. (QS. 6:75)

Ketika malam menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku” Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam”. (QS. 6:76)

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu tenggelam dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat”. (QS. 6:77)

Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. (QS. 6:78)

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada (Tuhan) yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang termasuk mempersekutukan-Nya. (QS. 6:79)

Rasa takut kepada ”berhala” ditepis dengan melihat tanda-tanda kebesaran Allah, yaitu Bintang , Bulan dan Matahari. Dan itupun semua bagi Nabi Ibrahim bukan merupakan sesuatu yang layak ditakuti dan disembah, Allah telah menunjuki Nabi Ibrahim untuk menyembah kepada Allah pencipta langit dan bumi beserta seluruh apa yang ada di dalamnya. Petunjuk Allah lah yang mampu membawa manusia keluar dari “kegelapan”, menuju pada keyakinan yang benar.

Ketakutan kepada mitos, legenda dan cerita-cerita bohong dan palsu, disebabkan hati manusia tertutup oleh noda-noda dosa, hati yang gelap dengan dosa, hati yang mudah takut kepada cerita bohong, hati yang tindak mampu melihat tanda-tanda keagungan Allah Tuhan yang Maha Mulia, Tuhan Cahaya Langit dan Bumi, hati yang tidak mampu merasakan perlindungan Allah Tuhan semesta Alam.

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar.Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api.Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 24:35)

Keyakinan sesat di tengah-tengah masyarakat, ada pula atas usaha-usaha sekelompok kahin(dukun/supranatural) yang menyebar cerita-cerita sesat untuk membangun rasa takut di hati manusia. Agar para manusia awam meminta tolong kepada kahin untuk dapat terlindungi dari bahaya-bahaya “berhala” yang dimitoskan. Dengan demikian Kahin sebagai hamba syaitan telah berhasil membuat rasa takut kepada masyarakat awam, sehingga masyarakat awam akan banyak yang datang dan meminta tolong dan meminta perlindungan kepada mereka.

Islam mengajari kita cara praktis untuk menolak seluruh was-was yang disebarkan oleh bala tentara syaitan dengan banyak mendekat kepada Allah, dengan cara menjauhi dosa dan selalu mengisi hati dengan Al-Qur’an. Hati yang bersih akan mendapat cahaya dari Allah dan kegelapan dihati pun akan sirna. Membaca Al-Qur’an dalam bahasa aslinya adalah sangat dituntunkan untuk dilakukan. Namun membaca tarjamah dalam bahasa yang dapat dipahami oleh aqal pikirannya masing-masing perlu dilakukan agar apa yang difirmankan oleh Allah menjadi terpahami oleh Aqal dan hati.

……………..Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk. (QS. 2:150)

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku(Allah), jika kamu benar-benar orang yang beriman. (QS. 3:175)

………. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk ( mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu………(QS. 5:3)

Menghadapi mitos, legenda dan cerita-cerita klenik, pertunjukan-pertunjukan sihir, yang sering membuat manusia takut dapat dilakukan dengan banyak membaca Al-Qur’an dan memasukkannya kedalam aqal dan hati. Hati yang bersih akan mampu tertembus Al-Qur’an dan mampu membersihkan hati dari segala kegelapan dan melawan segala was-was jahat yang dibisikkan syaitan kedalam hati manusia. Sebaliknya hati yang kotor akan tetap saja terbelenggu didalam kegelapan dan tidak mampu keluar darinya.

Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, hampir-hampir dia tiada dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. (QS. 24:40)

Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali” katakanlah: “Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)” (QS. 10:34)

Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (QS. 16:100)

Menghilangkan segala keyakinan dan cerita kemusyrikan di tiap-tiap hati manusia, atau pula ditengah-tengah masyarakat, dapat dilakukan dengan membersihkan segala perbuatan dosa yang tersebar ditengah-tengah masyarakat. Dan sekaligus menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan yang terus menerus dimasukkan kedalam hati sanubari, sehingga Kegelapan syaitan akan sirna dari hati manusia, sirna dari tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Sebaliknya bila kemaksiyatan telah menjadi budaya, maka kegelapan telah menyatu dengan hati manusia dan hati masyarakat, kegelapan akan membelenggu dan menjadi siksa di hati dan menjadi sesuatu yang sulit dihilangkan.

Artikel dibawah Ini Yang Mungkin Anda Cari



Bookmark and Share
Label: | edit post
Reaksi: 
0 Responses

Posting Komentar

Mari kita saling behubungan lewat komentar. Tingkatkan persaudaraan antar blogger