Nikmatnya Puasa di Ramadhan Ceria


Kebahagian yang tak saya dapatkan di hari-hari kemarin. Mungkin karena hari ini adalah hari pertama di bulan Ramadhan 1430H. Suasana hari ini begitu indah dan saya pun hanyut dalam desah nafas nikmatnya berpuasa d bulan Ramadhan. Bulan yang penuh rahmah dan maghfiroh. Bulan yang di dalamnya turun kitab suci Al-Qur’an, petunjuk jalan untuk orang-orang yang beriman. Ramadhan kali ini adalah ramadhan ceria sepanjang hidup saya yang hampir memasuki usia 40 tahun. Usia dimana sudah harus matang dalam berpikir dan bijak dalam bertindak.
Mulai dari makan sahur bersama keluarga, dan menikmati hidangan lezat yang disiapkan istri tercinta membuat hari pertama puasa ini begitu nikmat. Di tambah lagi suasana sholat subuh di masjid kami yang begitu membeludak jumlah jamaahnya. Bahkan sampai keluar-luar halaman masjid. Subhanallah. Maha suci Engkau ya Allah. Kalau saja pemandangan ini saya temukan setiap hari di luar bulan Ramadhan, tentu betapa indahnya kebersamaan umat Islam ini. Melakukan sholat subuh berjamaah dengan suara Amin yang menggeletar panjang, setelah imam membacakan suratul Al Fatihah. Sungguh sebuah suasana yang sangat berbeda di hari-hari sebelumnya. Saya pun merasakan kekhusyukan dan merasakan betapa sayangnya Allah kepada kita semua.
Di sore hari, sambil menunggu saat-saat bedug dan adzan magrib yang menjadi acara favorit di bulan Ramadhan, kami membuka acara obrolan santai menjelang buka pusa bersama. Haus dahaga terlupakan ketika kami hanyut dalam diskusi “menjaga diri dibulan suci ramadhan”.

Tak berapa lama bedug dan adzan magrib pun terdengar di telinga. Kami pun mengucapkan doa berbuka dan langsung menikmati minuman berbuka puasa yang telah di siapkan oleh panitia. Nikmat sekali rasanya. Haus dan dahaga telah hilang lenyap seketika itu juga. Betapa nikmatnya berpuasa di Ramadhan ceria.

Betapa nikmat dan indahnya berpuasa dibulan Ramadhan. Menikmat sahur dan buka puasa bersama. Seandainya saja setiap bulan adalah bulan Ramadhan, betapa nikmatnya hidup di dunia fana ini.

Selepas acara buka puasa, adzan isya pun tiba. Kami berkumpul lagi untuk melaksanakan sholat isya berjamaah. Suasana sholat berjamaah itu adalah suasana yang berbeda dari suasana sholat isya dihari sebelum ramadhan ceria. Masjid kini ramai di kunjungi para jamaah yang ingin mendapatkan berkah dibulan suci ramadhan. Tua, muda, laki-laki, dan perempuan berlomba-lomba mendapat pahala berlipat ganda di Ramadhan ceria. Usai sholat isya kami pun melaksanakan sholat tarawih berjamaah. Dipimpin oleh imam dengan bacaan yang fasih dan sesuai tartil membuat kami terharu dan merasakan semakin dekat dengan Allah. Lalu disusul dengan tausyiah Ramadhan yang membuat hati kami menjadi semakin tentram dan damai. Sedamai dalam lautan yang tenang.

Nikmatnya puasa di Ramadhan ceria hanya akan bisa dinikmati oleh mereka yang berhati suci. Oleh mereka yang senantiasa membersihkan diri dari dosa. Nikmatnya Ramadhan tak akan kau dapati ketika hatimu tak bertemu dengan Tuhanmu. Terima kasih ya Allah. Ramadhan ceria telah membuat saya semakin dekat dengan Ilahi Robbi. Apakah anda juga merasakannya?
Sumber : http://public.kompasiana.com/2009/08/22/nikmatnya-puasa-di-ramadhan-ceria/


Artikel dibawah Ini Yang Mungkin Anda Cari



Bookmark and Share
Label: | edit post
Reaksi: 
1 Response

Posting Komentar

Mari kita saling behubungan lewat komentar. Tingkatkan persaudaraan antar blogger